SURABAYA – Paruh pertama musim BRI Super League 2025/2026 bagi Persebaya Surabaya berakhir dengan cerita yang penuh dinamika. Perjalanan klub ditandai oleh hasil yang tidak konsisten, pemecatan pelatih, dan penunjukan pelatih baru yang menjadi sorotan besar pendukung dan media.
Awal yang Menjanjikan, Namun Tidak Konsisten
Persebaya memulai musim dengan semangat tinggi di bawah asuhan Eduardo Pérez Morán. Tim menunjukkan performa yang atraktif terutama dalam laga kandang di Stadion Gelora Bung Tomo, dengan dukungan besar dari para Bonek. Namun performa tersebut tidak dapat dipertahankan secara konsisten, terutama di pertandingan tandang, sehingga membuat klub tertahan di posisi menengah klasemen pada paruh musim pertama.
Hasil Paruh Musim Pertama
Setelah 17 pertandingan, Persebaya mencatatkan:
-
7 kemenangan
-
7 hasil imbang
-
3 kekalahan
-
28 poin
Hasil ini menempatkan Persebaya di zona sub-top, tapi belum memenuhi ekspektasi tinggi yang diharapkan oleh manajemen dan suporter.
Pemecatan Pelatih sebagai Titik Balik
Setelah serangkaian hasil yang mengecewakan, manajemen Persebaya memutuskan untuk mengambil langkah drastis. Keputusan itu muncul setelah pertandingan 1–1 melawan rival kuat Arema FC, yang menegaskan perlunya perubahan arah tim.
Sehari setelah hasil itu, Persebaya resmi mengakhiri kerja sama dengan Eduardo Pérez sebagai pelatih kepala. Klub menyatakan perubahan ini penting untuk membawa energi baru serta stabilitas menjelang paruh kedua musim.
Dalam menunggu pelatih baru, legenda klub Uston Nawawi ditunjuk sebagai pelatih interim. Ia memimpin tim melalui sisa paruh pertama musim dan berhasil membawa suasana lebih tenang dalam skuad di tengah situasi yang penuh tekanan.
Pelatih Baru: Bernardo Tavares
Menjelang libur musim dingin, Persebaya resmi memperkenalkan Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala baru. Pelatih asal Portugal ini ditugaskan untuk membawa disiplin yang lebih kuat, kejelasan taktis, dan konsistensi performa tim pada paruh kedua kompetisi.
Menatap Paruh Kedua Musim
Dengan 28 poin dari 17 pertandingan, Persebaya tetap berpeluang bersaing di papan atas klasemen. Manajemen berharap bahwa di bawah kepemimpinan Tavares, tim akan menemukan stabilitas terutama di laga tandang dan mampu bersaing lebih kuat dalam perebutan gelar maupun tiket kompetisi Asia.
Reactie plaatsen
Reacties